Senin, 21 November 2011

Pemuda Hari ini adalah Pemimpin Masa Depan

RESUME KAWAN, 25 Oktober 2011
Pemateri : Akh Asep
     Menurut WHO, golongan pemuda dikelompokan berkisar antara usia 10 – 24 tahun. Namun menurut Al Qur’an PEMUDA lebih berbicara mengenai sikap dan tingkah. Bukan tentang fisik karena ada banyak orang yang usia dan fisiknya sudah dewasa namun sikapnya kekanak –kanakan
Menurut Al Qur’an kriteria pemuda ialah sebagai berikut :
  •  Al Anbiya 59-60 “Mereka berkata, “Siapapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami?Sungguh dia termasuk orang yang zalim.”
    Mereka (yang lain) berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala – berhala ini) namanya Ibrahim.” ”

    Kriteria pemuda menurut ayat 59 – 60 ialah
    “Berani merombak dan bertindak dalam tatanan lingkungan yang rusak!” Inisiatif! Contoh konkret : Nabi Ibrahim
  •  Al kahfi ayat 13 – 14 Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenar – benarnya. Sesungguhnya mereka adlaah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka. Dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu berkata “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bum, kami tidak menyeru tuhan selain Dia. Sungguh, kalau kami berbuat demikian, tentu kami telah jauh dari kebenaran.”
    Kriteria pemuda menurut Al Kahfi ayat 13- 14 ialah
    Konsisten antara perkataan dan perbuatan! NOT TALK ONLY but DO MORE! Contoh konkret: Ashabul Kahfi. (pemuda2 yang beriman)
    Tunjukan keteladananmu…!
  •  Al Kahfi ayat 59 “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan)sebelum sampai ke pertemuan sua laut atau aku akan berjalan (terus sampai)bertahun – tahun.”
    Kriteria pemuda menurut AL Kahfi ayat 60 ialah
    Tidak berputus asa, pantang menyerah sebelum cita – citanya tercapai. Contoh konkret: Nabi Musa
     Islam sangat menaruh perhatian kepada pemuda. Begitu banyak ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan perihal peran seorang pemuda. Selain itu pemuda dengan masa mudanya pun mendapat sorotan penting, menjadi bagian yang begitu urgent dalam Islam. Di akhirat nanti masa muda seorang pemuda akan dimintai dipertanggungjawabkannya! Untuk apa masa mudanya selama ini dia manfaatkan? Untuk berhura – hura terjerumus dalam nikmat dunia, atau dia pergunakan untuk hal yang bermanfaat, untuk dirinya sendiri, kepemudaan ataupun lingkungan. Mengingat kembali pada 5 perkara yang mesti diperhatikan sebelum 5 perkara lainnya.
Masa muda pertanggungjawabannya sangat besar dalam Islam. Sangat lah bodoh seseorang yang berkata, “Mumpung masih muda nikmati saja dulu,” karena dalam perkataan ini terkandung makna yang dalam dan menjerumuskan. Masa muda merupakan masa gemilang dengan banyak pintu kesempatan terbuka. Ketika fisik mendukung untuk segala aktifitas yang membawa manfaat. Ketika semangat seperti mentari yang radiasinya mampu membakar kulit. Bukankah ketika masa telah pada usia senja segala kesempatan itu telah perlahan – lahan menghilang? Lalu apa yang bisa kita sumbangkan? Masa muda untuk bermain tanpa manfaat dan masa tua terbelenggu kesempatan yang dibatasi usia. Sungguh berada dalam kerugian.

Kekuatan pemuda yang menjadi landasan masa depan adalah sebagai berikut :
1.     Kekuatan inisiatif yang tinggi Rosululloh usia muda menjadi hakim untuk sengketa 4 kabilah di Mekah . Rosululloh berinisiatif melebarkan sorban dan meletakan Hajar Aswad di tengah sehingga 4 kabilah puas. Saat merdeka pun yang menjadi tumpuan untuk merdeka adalah para pemuda, lihat SUMPAH PEMUDA! Yang menggebrak semangat bangsa kala itu, yang menggentarkan penjajah di masa itu bukanlah kaum sesepuh melainkan pemuda. Yang memiliki inisiatif untuk menyatukan bangsa dalam satu panji kebangsaan yang sama, bangsa yang satu, Indonesia.
2.     Kekuatan GERAK Seperti siang hari yang panas. Meledak – ledak. Itulah pemuda. Memiliki semangat gebrak yang tinggi, memiliki semangat gerak yang nyata. Bukan berbicara tapi bertindak. Dengan kekuatan gerak pemuda mampu mengguncang dunia. Mengutip kata dari Ir. Soekarno, “Berikan aku 10 pemuda maka akan ku guncang dunia!”
3.     Kekuatan Fikriah atau pemikirannya
Umar bin Khatab ketika ada masalah menemui pemuda karena pemikirannya. Pemuda memiliki kesempatan untuk mengembangkan pola pikirnya. Ide – ide brilian mengalir pada diri seorang pemuda. Mengingat banyak pemuda yang memiliki jasa besar dalam perjuangan menegakan panji Islam hingga kini ada di seluruh penjuru bumi. Yang muda yang Berjaya!

Karakteristik yang perlu kita penuhi untuk menjadi pemuda yang handal yang diandalkan negeri kita, yang kompeten dan bukan eceng - ecengan:
1.     CREDIBILITAS RUHIYAH
keadaan ruhiyah kita melambangkan kedekatan kita pada Tuhannya. Inti dari tubuh kita, ketika tubuh kita bagus maka akan menjadi energy yang bagus untuk tubuh kita. Hasan AL Basri, Pada saat dia ke pasar semua orang di pasar menangis ketika melihatnya karena ingat akhirat yang terpancar dari wajahnya. Ketika Imam Ahmad Hambali meninggal 6000 wanita mengantar dan 2000 orang masuk islam
2.     SPECIAL
Kita harus memiliki spesialis. Orang yang tidak punya apa – apa tidak bisa mempunyai apapa. Kita harus mempunyai hal yang special yang kiat kuasai yang membuat kita berbeda dan unggul. Ada yang membuat diri kita menjadi special dan berbeda dengan yang lain. Bukan hanya menjadi ‘STD’ alias STANDAR. Tapi VIP alias Very Interesting Person
3.     WAWASAN GLOBAL
Wawasan global kita ngobrol apa aja nyambung! Tidak kuper! Ali bin Abi THolib, pernah dipanggil karena suatu masalah. Ada seorang wania yang mengaku diperkosa karena seseorang dengan bukti sperma yang nempel di selimut. Oleh Ali dia noda tersebut dengan air panas dan tenyata melar. Ali mengatakan bahwa noda terbut bukanlah sperma karena melar seperti telur.  Sehingga Perempuan itu berdosa. Ali tidak mungkin mampu mengatasi masalah ini jika dia tidak memiliki wawasan yang global. Wawasan yang luas bukan seperti katak yang dikurung dalam tempurung kelapa.
4.     CREDIBILITAS AKHLAKIYAH
Akhlak yang jika ingin diaplikasikan sudah secara reflex atau otomatis. Bukan lagi sebuah pembiasaan namun sudah menjadi kebiasaan yang merasuk dalam diri seseorang.

Well,itulah pemuda. Pemuda ideal yang mampu memimpin umat ini selanjutnya. Terlalu idealis akan mati tanpa realistis. Tapi berusaha menuju titik paling ideal juga bisa kan?? Ya, bukan masalah kita berhasil dan bisa menjadi pemuda ideal harapan bangsa tapi ini mengenai bagaimana usaha kita meraih titik dan tujuan kita sebagai pemuda masa depan. Paling tidak bukanlah lagi zero dalam bilangan biner melainkan satu yang berarti banyak.

Masa muda usiaku kini
Warna hidup tinggal ku pilih
Namun aku telah putuskan hidup di jalan kebenaran

Ini jalanku?
Lalu Mana Jalanmu?

Lab Telekomunikasi 21 November 2011
10.40 AM
Kunang yang terbang meredup….
Diresume oleh :
Solihatun Khasanah
dengan sedikit penambahan

6 komentar:

Ade Tama Kurniawan mengatakan...

assalamualaikum gan . .

bermanfaat gan . . ^^
ane izin menyiarkanny di lomba da'i ya.. :)

wassalamualaikum . .

Lihazna mengatakan...

waalaykumsalam warohmatulloh
Silakan, semoga bermanfaat :)
Waalaykumsalam

WULANDARI mengatakan...

assalamu'alaykum wr wb

subhanallah, sungguh bermanfaat, izin share yaa ;)

WULANDARI mengatakan...

assalamu'alaykum warakhmatullah wabarakatuh
bermanfaat sekali, izin share yaa ;)

Hilman Azhari mengatakan...

Subhaanallha Syukron
atas infonya gan....bermanfaat

Lihazna mengatakan...

@Wulandari : Waalaykumsalam warohmatullah... iyaah silakan,

@Hilman : Afwan. aamiin

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung...
Tinggalkan komentar ya.. ^-^