Selasa, 20 Desember 2011

Antara aku dan Mentoring


Mentoring bukan segalanya
Tapi Segalanya berawal dari mentoring...

Mungkin itu adalah kalimat paling tepat bagi saya. ada apa antara saya dan mentoring??
ini kisah yang ingin saya bagi sekaligus mengisi blog yang kini agak nganggur tak terurus.. :)

Baiklah, perkenalan saya dengan mentoring adalah sekitar tahun 2008 dari seorang akhwat keren bernama Mba Afifah Nur Amrillah (terimakasih memperkenalkan pada keluarga baru ini).

Selasa, 13 Desember 2011

SIM (Surat Ijin Mencemburu)

Dipersembahkan untuk akhwatfillah yang setia menanti dan para ikhwanfillah yang mau mengerti

Wahai akhi yang akan datang dengan janji suci

Seperti apa akhlakmu?
Mampukah kau meluruskanku?
Mampukah kau membimbingku ?
Seberapa hebatkah kau hingga harus ku tunggu?

Seberapa kuat kau melindungiku?
Mampukah kau meneduhkanku?
Akankah kau bertanya seperti ini pula tentangku?
Akankah hatimu itu utuh dan masih kosong untukku?

Wahai pemilik sejati  tulang rusuk kebanggaan

Adakah wanita diujung sana yang kau suka?
Adakah wanita di ujung sana yang kau damba?
Apakah dia solehah, istiqomah dan qonaah?
Hingga mampu kau sukai tanpa menunggu khitbah

Ya Robbi, ijinkan aku melayangkan surat ini
Ijinkan aku menulis surat cemburu ini
Ijinkan aku bersuara dalam hati

Siapapun dia,
apapun keadaannya,
dimanapun dia
Jaga dia dalam rengkuhan-Mu
Selamatkan dia dalam jalan-Mu
Karena Kau-lah yang paling mengenalnya , sedang aku belum tahu siapa dia
Karena Kau-lah yang paling tahu seperti apa dia

Sedang aku tak mengerti apa yang  Kau Ketahui
Namun aku percaya pada janji-Mu yang pasti

Wahai akhi yang dijanjikan Illahi…

Berfikir tentangmu terasa tak pantas untukku
Membayangkan seperti apa dirimu membuatku malu
Malu pada Dia yang telah berjanji
Pada pertemuan di suatu hari

Karena itulah baiknya surat ini ku akhiri….


Akhir bulan Muharam
Di Malam dengan tanda tanya besar di kepala….

Ttd

Calon istrimu nanti

Kamis, 08 Desember 2011

Inilah aku apa adanya

Terserah…
Itu hakmu bertindak seperti itu. Itu hakmu memilih jalan itu. Hakmu untuk menjadi apa yang kau mau.
Begitu juga aku.
Aku dan jalan ini, aku yang seperti ini, aku yang bagimu mungkin buruk dan salah, ya seperti ini jalanku dan resiko yang mesti ku panggul atas semua keputusanku memilih menjejakan kaki di jalur ini, di jalur yang kalian benci, di jalur yang selalu menjadi alasan kalian menatapku dengan tatapan yang berbeda.
Ini hakku kawanku, sungguh.
Inilah aku apa adanya

Aku ingin menjadi baik dengan jalur yang tak biasa.
Yang tak sama dengan pintu yang kalian buka.
Inilah aku apa adanya