Selasa, 28 Februari 2012

Dakwah keren ala Ustad Sabun

Sahabat, satu lagi kisah inspirasi yang saya temukan dari sosok da’i yang luar biasa dari papua.

Dibalik cerita yang dia kemukakan, terkandung sebuah insfirasi dan motifasi besar untuk diri ini.

Ternyata perjuangan yang kita lakukan demi dakwah ini, tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan perjuangan mensyiarkan Islam dari orang yang ada disamping saya ini.

Betapa tidak, untuk sebatas wilayah kampus saja, terkadang terasa begitu berat, banyak sekali kata-kata mengeluh terlontar dari mulut ini, hanya karena setitik rintangan yang dihadapi. Ya Raab terimakasih kau telah memberikan insfirasi ini untuk hamba.

Minggu, 26 Februari 2012

Menggembala Awan


Dalam rangka Menulis Serentak Milad FLP
didedikasikan kepada para punggawa pena
yang menggoreskan mimpi dan asanya dalam kata


Mimpi. Bagiku mimpi ibarat awan yang berarak manis di kawasan langit. Berlarian membentuk pola yang indah. Baik cuaca cerah maupun mendung dia selalu menaungi, menemani dan membayangiku. Mimpi yang melayang – layang dalam otakku. Tumbuh subur dan mengakar dalam batin. Begitu menguasai hingga segala pandangan tertuju pada mimpi .
Mimpi yang melontarkan hasrat kuat bila diingat. Bumbu semangat kala lesu menyengat. Mimpi ini yang membuatku melangkah sejauh ini. Mimpi yang membuatku bertahan sejauh ini. Mimpi ini. Karena mimpi ini.
Mimpi. Mimpi yang tampak begitu nyata di mataku sejak kecil. Membayang bagai bayangan yang mengikuti langkah kemana pun melangkah. Mimpi yang kini bagiku bak darah, yang tak mampu terlepas dan terus menuntun langkah.

Kamis, 23 Februari 2012

Senyum

Senyum
Aku sedang belajar tersenyum
tersenyum menatap luka yang menganga
tersenyum saat hujan membasuh jiwa.
Tersenyum saat kalah maupun mengalah
tersenyum saat semangat maupun jengah

Senyum
Aku sedang belajar tersenyum
Tersenyum saat melihat orang bahagia
sekalipun keadaan diri sungguh berbeda
tersenyum saat yang lain senang
tersenyum saat tangis membayang

Senyum
Senyum yang lebar
Lebar hingga kau mengira jaraknya sejangkar
hanya karena Senyum buah di taman siap meranum

Minimal tersenyum karena aku masih mampu terjaga
mampu melihat rentetan kata dan jutaan piksel warna
mampu mendengar oktan teraudiokan dalam udara
mampu merasakan sakit, luka, sedih dan bahagia
Atau nafas dan jantung yang masih eksis di dunia

Minimal tersenyum uttuk rahmat Tuhan Yang selalu ada
menemani dalam setiap duka, perguliran masa dan layunya jiwa 
Minimal tersenyum untuk cinta-Nya

Jangan biarkan Luka sedih menutup indahnya dunia
yang tertutup suramnya muka
karena kita berhenti tersenyum untuk dunia




Tembalang, 23 Februari 2012
melihat senyum dan tawa mewarnai kelas tercinta
(nonton video dabing ^_^)


Lihazna

Rabu, 22 Februari 2012

Sebatas Kata

Bila kata hanya sebatas kata
Yang terlintas tanpa makna
yang kata orang itu rindu
Yang terucap sesaat berlalu

Bila kata sebatas kata,
Yang meluncur merdu dalam nada
Namun senyap dalam lagu
Ibarat sayur tanpa bumbu

Maka,
Untuk setiap kata yang menuai harap
Untuk setiap kata yang terucap
Biar debu  yang membawanya berlalu
Biar embun  yang meredam keresahanmu
Yang tertanam dalam hembusan angin yang hangat
Yang tersembunyi di balik awan yang lembut

Bila kata hanya sebatas kata tanpa makna
Maka Biarkan angin yang membuangnya

Selasa, 21 Februari 2012

Nenek Moyang Kita? Siapa?

Nenek moyangku seorang pelaut….
Ingat tentang lagu ini? Lagu yang dinyanyikan sewaktu kita masih SD. Dinyanyikan sesaat sebelum pelajaran berakhir. Lumrah jika kita mengatakan nenek moyang kita adalah pelaut karena memang Indonesia adalah Negara maritime yang 75% wilayahnya adalah laut. Laut sebagai pemisah dan laut yang merekatkan pula.
Namun sejak saya duduk di kelas 1 SMP ada sebuah pendapat baru yang saya dengar. Dari mata pelajaran Sejarah saya mengetahui pendapat lain mengenai nenek moyang manusia. Ini bukan hanya untuk orang – orang keturunan Indonesia asli tapi universal untuk seluruh warga dunia di manapun rumah dan asal usulnya. Semua memiliki satu nenek muyang yang saya pikir sangat IMPOSSIBLE.

Rabu, 08 Februari 2012

Filosofi lima jari


Kawanku, Alloh SWT menciptakan kita dalam kondisi yang sangat sempurna, tak kurang satu apapun, termasuk lima jari di setiap tangan yang kita miliki ini. Tapi tahukan Anda filosofi di balik lima jari itu? 

Betapa Alloh mencintai Kita

Perjalanan Mencari CINTA chapter 2
Betapa Alloh mencintai Kita  

"Dan jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Alloh pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu..."
[Al Baqoroh: 103]

Selasa, 07 Februari 2012

PR untuk INDONESIA

Bismillah … Semoga memuaskan. Amin. Hehe
Kawan, minggu lalu saat posting terakhir di bulan januari ternyata mendapat respon komen nih dari Syifa sahabat asal FLP tembalang. Niatnya sih mau posting terakhir, sebelum beranjak KKL (Keluyuran ke Kota Luar- mekso banget singkatane) atau kata annisa (teman satu KOst) sih piknik. Tapi wah luar biasa sekali pikniknya sambil membawa PR! ^-^
Simpel sih, (kelihatannya), PR-nya terdiri dari 7 buah pertanyaan extraordinary yang jarang ditanyakan sama orang. Pokomen saya mesti menjawab tantangan eh maksudnya PR ini!hehe
Ini nih pertanyaannya :