Senin, 26 Maret 2012

Catatan Edisi 25 Maret 2012. Themeday : Kosong


Musik yang mengalun terasa kosong, hampa. 

Pagi ini ibu dari teman kostku datang bersama dengan anak dan cucunya. Menjenguk. Harusnya aku ikut bahagia. Harusnya. Tapi ada yang ada justru nyeri. Ibu datang menjengukku ke sini? Haha. Rasanya sedikit terlalu berharap. Dari awal aku berangkat satu hal yanga mungkin wajib ku ingat dalah kemungkinan untuk tidak pernah ditengok kecuali aku telah di wisuda, aku sakit, terlibat masalah atau aku harus dijemput pulang. 

Sejak pertama aku menginjakan kakiku di kota ini, orang tuaku tidak pernah mengantar, menjenguk atau sekadar datang melihat keadaanku. Seperti apa kost-kostan ku? Bagaimana lingkunganku? Sepenuhnya mereka percaya, aku sudah besar dan mampu memilih tempat yang baik dan tidak untuk perkembanganku.

Minggu, 25 Maret 2012

Edisi 16 maret Part III resume

Usul punya usul, udah nyerah aja, bilang ke TV ** kita ngga jadi buat ke sana karena ga dapet izin!!
Perdebatan pun dimulai :
Yakin nih?
Pak dosennya Liii, pak dosennya!! tau sendiri kan?

Yes, of course I know.
 Lalu berhenti begitu saja? sebellum mencoba izin nyerah dulu gitu? 

Afwah said, "yaaa gimana lagi, kalo aku diminta keluar dari makul ini apalagi praktek aku ga mau"
Tapi pertimbangan juga kita nganter surat telat, tanpa telpon dulu, tanpa konfirmasi dulu, masih syukur suratnya diterima, lha sekarang??? setelah dikasi hari mau ditolak??

Jumat, 23 Maret 2012

Aku merindukanmu, Ayah

Hari ini kost sepi, sepanjang jalanan sekitar kost sepi. sepi karena penghuninya pergi, mudik pulang kampung dan bersilaturahmi dengan sanak famili. Aku? aku tetap bertahan di sini, di kamar ini, dengan segulung tisu dan telpon yang kini baru saja kumatikan.
Menarik nafas dan memutuskan untuk menerbitkan artikel ini.  artikel yang ku temukan di Catatan Lihazna dalam One Note yang ternyata copas entah dari mana. sedikit berbagi kegundahan ini, yang menyelimuti hati satu bulan terakhir hingga detik ini.
This is for U, my hero....

Rabu, 21 Maret 2012

Indeks Karya alias Daftar isi

Sabtu, 17 Maret 2012

Edisi 16 maret Part II

Subhannalloh luar biasa ya , ternyata kejutan indah 16 maret ini belum berakhir kawan.

cerita lain adalah perdebatan tentang stasiun TV ** yang membuat saya ditertawakan dosen mata kuliah praktek mikro. Pak dosen hanya terssenyum melihat dua mahasiswinya berdebat alot di depan lab. Masalahnya ternyata koordinasi, komunikasi antar anggota kelompok. beberapa sahabat pernah bercerita bahwa dia senang karena kelompok anggotanya banyak aktivis kampusnya ada si X yang ketum ini ada si Y bendahara ini, pokoknya terlihat sangar dengan jejeran anggota berkelas tapi tak sepenuhnya seindah bayangan. karena kebanyakan aktivis maka sulit pula untuk kumpul walau sekadar rapat ketemu saat pulang kuliah, mereka semua penuh agenda yang padat merayap seperti militer yang satu menit saja sepertinya sulit untuk diluangkan. so teman kita tadi yang bercakap bahagia karena kelompoknya aktivis itu pun tak lagi sebahagia awalnya.

Jumat, 16 Maret 2012

Edisi 16 maret

Luar biasa hari ini, bagi saya hari ini sungguh luar biasa. Dari awal membuka mata hingga artikel ini diterbitkan selalu ada hal luar biasa yang tidak sembarang hari bisa merasakannya.Sebagai pengingat bahwa saya masih bisa merasakan nikmat senyum dan mampu melewati satu hari maka catatan ini di buat. entah apa tujuannya, dalam benak saya saat jari ini tergerakkan untuk mengetik kata demi kata adalah saya ingin membagi cerita ini. 
Berikut ceritanya :

Selasa, 13 Maret 2012

Ilalang Senja

Ilalang senja..
yang menari kala
hujan angin menyapa..
yang bertahan
saat tergerus topan
yang melambai
waktu dihantam badai
Kau, ilalang senja
perkasa meski ujian melanda


Ilalang senja
Teguh mengakar di taman belukar
Permata di tengah savana yang liar
Cantik menelisik
Keanggunan alam yang berbisik

Kau, ilalang senja
perkasa meski ujian melanda

Sabtu, 10 Maret 2012

Catatan Lihazna

Berharap kemana pun kaki ini melangkah mampu ku dokumentasikan dengan segores pena tanpa tinta memuat jejak jejak rasa, akal dan luapan cita dalam deraian kata yang coba ku frasakan disini...
Inilah catatan Lihazna..
Berkas pelangi yang kubiaskan...





Diary dandelion Hurricane.
sepenggal kisah dari lihazna.

Subhanalloh

Sepenggal kisah ....
 
Sore itu sembari menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar. Kulihat seseorang yang berpakaian rapi, berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping masjid. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga. Aku mencoba menegurnya dan duduk disampingnya, mengucapkan salam, sembari berkenalan.

Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada pertanyaan itu. “Anti sudah menikah?”.“Belum ”, jawabku datar.

Kemudian wanita berjubah panjang (Akhwat) itu bertanya lagi “kenapa?”Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman. Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan, tapi rasanya itu bukan alasan.

“Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya.“Menunggu suami” jawabnya pendek.

Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “Mbak kerja di mana?”

Entah keyakinan apa yang membuatku demikian yakin jika mbak ini memang seorang wanita pekerja, padahal setahu ku, akhwat-akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.