Selasa, 31 Desember 2013

Sketsa Pelangi : Goresan Ketiga

Bagi yang ingin membaca cerita sebelumnya, berikut linknya : Sketsa Pelangi

Geger Gunung


Aku jatuh cinta pada Geger Gunung.
Pada embun yang menetes lembut, pada bau kopi yang masak di tangkai pohonnya, pada wangi rumput yang menari dengan angin. Pada rimbunnya kanopi. Pada sejuknya hawa lembap pegunungan. Aku jatuh cinta padanya kala itu, kala aku marah pada dunia, ketika aku ingin sendiri tanpa mulut-mulut busuk yang suka mengomentari.
Geger Gunung inilah tempat the most secured. Di balik rerimbunnya pohon yang menyelimutinya, gelap dan lembapnya suasana, membuat Geger Gunung dihindari, dijauhi, dibiarkan tumbuh menjelma sebagai sesuatu yang dikeramatkan, ditakuti  dan sakti.
Salah satu pohon di Geger Gunung dikeramatkan, dijadikan tempat sesembahan manusia – manusia malas yang meminta sukses pada sebatang pohon. Sesajen dan dupa-dupa terbakar selalu menemani pohon beringin yang berusia ratusan tahun itu. Beberapa meter dari pohon itu, berdiri puluhan pohon kopi milik Pak Kaji, ada yang pendek, ada yang tinggi. Pohon kopi dengan kayu kokoh meski tak sekokoh beringin tua.
Pohon inilah tempatku melarikan diri, tempatku menonton hiburan di sore hari, orang – orang yang berganti – ganti mengelar tikar, membawa sesajen, duduk bersila dan menutup mata, fokus pada sesuatu yang fatamorgana. Di sinilah ketika aku menanggis hingga menjerit-jerit tak kan ada yang mengganggu, mengomentari, namun justru ditakuti. Dikira penunggu pohon yang meratapi nasibnya, padahal itu aku yang duduk di ranting tertingggi pohon kopi.
Yah nama tempat ini Geger Gunung.
***

Kamis, 26 Desember 2013

Masa emas bagi anak - anak

Benarlah kata Pak Salim A. Fillah di Tabligh Akbar UNDIP, kira-kira sebulan lalu, bahwa usia 2-7 tahun adalah masa paling sensitif seorang anak terhadap kata-kata. Pada fase ini, sangat terlarang menipu, dusta, dan mengakali anak.

“ah, tidak mungkin saya menipu anak sendiri..”
mungkin itu yang terlintas dalam pikiran anda. Saat itu saya juga berfikir demikian, namun contoh kecil yang diberikan Pak Salim cukup membuat saya tersipu. Kecil saja. Yaitu menyelinap ketika keluar rumah, agar anak tidak menangisi kepergian kita. Ya, saya pernah melakukannya. Tenang, bukan dengan anak sendiri tentunya, karna saya masih single, walaupun tidak available untuk saat ini..:). Dalam kasus ini, keponakan atau sepupu kecil saya yang kerap jadi korban.

Rabu, 25 Desember 2013

lamda pada resonansi pertemanan

Ini tentang ukhuwah, lagi - lagi tentang pertemanan.
Tentang ikatan manis yang kalian sebut itu sahabat.

Dari seseorang yang baru ku kenal beberapa minggu ini, saya mendengar sisi lain dari ukhuwah. Jika sebelumnya, di kampus-kampus, kami bangga berderet menyebut diri kami barisan ukhuwah, maka saya menyadari bahwa itu tak sebagaimana semboyan berdiri tegak.
 “Ukhuwah itu tentang hati, tentang ikatan yang berasal dari sini,” ujarnya sambil menunjuk ke dadanya. 
Dia tidak bisa dipaksa, kita yang satu kelompok di sini belum tentu satu ikatan di sini. Belum tentu satu frekuensi. Belum tentu nama kita tertulis di hati yang lainnya.
Seperti resonansi, resonansi hati tidak bisa dipaksakan. Semua kembali pada hati masing-masing.”
.

Minggu, 15 Desember 2013

Photoscene :: 1001 alasan tidak pacaran ~Wooaa




This photoscene i get from : here
Postingnya sambil ngekek, khususon gambar paling bawah... kelingan teman yang jadi korban pembulian abadi.
^__^

Ada yang mau menambahkan?

Minggu, 08 Desember 2013

Sketsa Pelangi : Goresan Kedua

**Bagi yang ingin membaca sketsa goresan pertama, berikut linknya : Goresan pertama

Crayon Hitam 

Suatu masa, ketika tangan kananku sudah cukup untuk menyentuh telinga ketika dilingkarkan di atas kepala. Masa ketika berlarian di bawah hujan adalah heroin. Berguling di dalam lumpur adalah candu.
Kala itu, musim panen. Masa dimana beberapa petak sawah masih berisi padi yang melengkung kuning dan beberapa petak yang lain sudah berubah menjadi kotakan berisi air dan batang padi yang membusuk. Petani biasanya membiarkan petak – petak yang sudah dipanen dialiri air, agar batang keras itu membusuk dan mudah dibajak. Surga bagi ikan kecil, belut dan bebek dalam mencari penghidupan.
Di sela – sela batang yang tingginya kurang dari tinggi lutut anak kelas satu SD itu, berkembang biak ikan – ikan kecil dan belut. Entah dari mana ikan – ikan itu berasal, mereka seolah makhluk ajaib yang selalu datang saat petak sawah itu dialiri air. Mungkin dari curug di ujung bukit, mungkin juga dari blumbang Mang Dasim yang bocor di sebelah saluran irigasi. 
Peternak bebek memanfaatkan musim ini untuk membiarkan bebek mereka membebek sesuka hati di sawah yang memang sengaja dibiarkan kosong pasca panen. Mereka menggunakan paruh lebar mereka untuk menangkap dan menyantap ikan kecil nan malang itu. Saingan bebek – bebek itu hanyalah kami. Laskar lumpur.

Selasa, 03 Desember 2013

Kidung pengelana : Kisah Sekali Duduk

Kemarilah wahai pengelana. 
Beistirahatlah sejenak. Duduk dan temanilah aku dengan secangkir kopi. Berbicara dengan akrab berkisah tentang apa - apa yang kau temui, tentang gelapnya rimba, tentang lengkung indah kanopi dan pemiliknya. Kau bisa memulai darimana pun yang engkau  mau dan aku akan berbicara seputar kehidupanku.

Apa yang ingin ku ceritakan adalah tentang kisah di tengah lengkung pohon beton yang kulewati sepanjang hari. Sesuatu yang menarik di sela - sela lantai paving yang terhampar menggantikan jamrud permadani. Kurasa hambar setawar air sumur yang kau timba jika kau tinggal di desa . Namun izinkanku sedikit bercerita, anggaplah teman lelahmu di ujung senja.

Tiada yang menarik dari cerita ini. Jika kau bosan, hiruplah wewangian kopi di cangkirmu. Rasakan aroma kaffein yang menyatu bersama kepul - kepul asapnya. Dan kembalilah menatapku, mendengarkanku. Cerita singkat yang hanya cukup kau dengar sekali duduk.

Baiklah, biar ku mulai cerita ini.
Suatu ketika di saat aku berjalan pulang, kelelahan setelah bertarung melawan jutaan biner angka digital dan sandi - sandi untuk mengirimkan benda tak tampak, aku bertemu dengan seorang gadis tinggi nan putih, rambutnya diikat ekor kuda menjuntai seperti tren mode saat ini. Seragam hitam bersimbol huruf T dan V saling bertumpuk menandakan dia adalah bagian dari 3 gedung besar bersebelahan yang hampir seluruh pasukannya berpakaian serba hitam, memanggul benda berlensa dan microfon kabel kemana - mana.

Gadis itu berjalan dua langkah di depanku, dia berjalan sambil mengobrol dengan nenek tua di sebelahnya. Singkat cerita kami memiliki tujuan yang sama, warung tegal di belokan gang sebelah parkiran. Aku duduk membelakangi pintu, sedang mereka duduk bersebelahan. Sisi kanan mereka berdekatan dengan pintu dan juga diriku, aku mendengar setiap detil percakapan itu secara ilegal.

Nenek itu bukanlah nenek sang gadis, terlihat dari wajah tak mirip dan kasta pakaian yang kontras, bahkan kastaku dan kasta gadis itu cukup jauh. Tas dan dompetnya merek ternama. Dia bertemu nenek itu di pertigaan kampus Paramadina, dimana sang nenek terlihat pucat dan limbung, Kau mau tahu? Nenek itu berjalan dari Pasar Minggu hingga Tegal Parang utara!!! Jarak yang bagiku anak muda baru lulus saja enggan untuk menapakinya. Membayangkannya pun sesak nafas.

Dari percakapan itu aku hanya tersenyum, senyum karena gadis kasta tinggi ini menawarkan mobil berAC dan makanan gratis pada nenek yang baru ditemuinya 5 menit. Berbicara akrab seolah nenek dan cucu. Membuat iri seisi warteg,  terutama kaum adam di pojokan yang sesekali melirik, menatap dengan cemburu. 
"Andai aku menjadi nenek itu,"  dan mungkin hal - hal lain yang aku ku tebak dari sorotan matanya.

Bahkan aku pun cemburu karena apapu yang aku miliki terasa tak sebanding. Terlebih prasangka, prasangka bahwa nenek itu nenek baik - baik, bukankah banyak nenek, ibu dan anak sok baik di jalanan? Aku cemburu karena hatinya lebih lembut dan lentur dibandingkan hatiku! Dia mengulurkan tangan bukan menyibakkan uang. Padahal dompet dan tasnya jika dilelang bisa membuat nenek itu pulang pergi naik taksi dan mendapat bonus sate kambing puluhan kodi.

Sesuatu yang mungkin menjadi sudut pandang berbeda, dia menawari makan dan tumpangan. Menjadikannya akrab bukan menjaga jarak. Menawarkan keramaha bukan memberi uang sumbangan. Wajah memelas dan lusuh sang nenek akan membuat mereka yang melihat akan salah paham. Ternyata nenek ini hanya ingin bertemu cucu yang ada di Manggarai. Bukan nenek yang merengek meminta uang dengan beralasan uang perjalanannya habis. Dia tidak merengek tapi dia berjalan, dia tidak meminta, karena gadis ini menolong sebelum sang nenek meminta, dia menghitung seberapa uangnya seberapa kuat dirinya.

Wahai sang pengelana, ini kisah singkatku, awalnya aku tersedak saat pembicaraan ilegal yang kudengar itu terdengar absurd, jalurnya melenceng. Bagaimana Pasar Minggu - Manggarai bisa nyasar ke Mampang?
Namun itu 'sesuatu' yang bagi gadis itu, I don't care...

Itulah hal yang paling membuatku cemburu, karena dia hanya tersentuh dan membantu...
Sesuatu yg begitu lembut dan bergetar laksana dawai.... 
Nada petikannya yang membuatku cemburu, merdu, 
yah, susahlah kau temui di kota nan egois ini.

Sabtu, 30 November 2013

Tetaplah bertahan... Aku mohon.


Nada-nada yang indah
S'lalu terurai darimu
Tangisan nakal bibirku
Tak 'kan jadi deritamu
----------------------------------------------------------
Bertahanlah, bertahanlah walau itu sulit..
Bertahanlah untuk tetap tegar seperti biasanya...
untuk tetap sehat dan  kuat.
Seperti dulu seperti pertama kali aku mengenalmu.
Bertahanlah...
Aku mohon, sekalipun aku kurang 'baik' sebagaimana kau berharap.
Tetaplah bertahan... paling tidak untuk anakmu yang lain..

Teruslah bertahan dengan rasa sakit masing - masing.
Jangan menyerah.
Aku pun demikian, kau pun demikian, kalian pun demikian.

Bertahanlah.........aku mohon, aku mohon...

Sabtu, 16 November 2013

Sejarah Penanggalan Hijriah

Nuansa tahun baru masih terasa, oleh karena itu yuk mari belajar memahami sejarah, menelisik sejarah bulan - bulan dalam kalender Hijriah. Yuuuk di simak.
--------------------------------------------------------------------------------

Sejarah Penanggalan Hijriah

MUHARRAM, konon kabarnya dulu sebelum Islam masuk di semenanjung arab, bulan ini di sepakati sebagai bulan yg diHARAMkan untuk berperang, sehingga dinamankan MUHARRAM. Tetapi pada masa tersebut penanggalan menggunakan kalender LUNISOLAR, yaitu penanggalan dengan acuan matahari. Dan bulan MUHARRAM dan biasa di sebut RA’S SANAH atau kepala tahun, bertepatan dengan berakhirnya musim panas. Yang pada masa itu bertepetan dengan bulan September
SYAFFAR, yang berarti Kuning karena Pada bulan Oktober (Pada masa itu) daun daun mulai menguning sehingga bulan ini dinamakan Syaffar.

Senin, 11 November 2013

Seperti matahari kepada bumi.

Matahari tidak pernah meninggalkan bumi sekalipun bumi tidak mampu melihatnya. Entah oleh mendung gelap atau hujan lebat. Sekalipun bumi tidak bisa merasakan kehadirannya dimalam hari. Matahari titipkan cintanya kepada Bulan. Memberi ruang kepada bumi agar bumi paham, bahwa ada atau tiadanya matahari, langit tetaplah menawan.
Matahari tidak pernah meninggalkan bumi, pada jarak yang sama bertahun-tahun. Matahari dan Bumi adalah dua hal yang memang berlainan. Terlalu dekat membuat keduanya akan saling meniadakan. Mungkin cukup seperti ini hubungan antara Matahari dan Bumi. TIdak untuk saling berdekatan namun dengan jarak yang cukup aman untuk saling mencintai.
Toh mencintai itu tidak selalu berarti harus berdekatan dan memiliki bukan? Tidak selalu berarti bahwa cinta itu harus bertemu dan bersatu. Cinta tanpa pertemuan? Bisa saja terjadi, seperti ketika saya mencintai orang dimasa depan yang bahkan belum pernah saya temui. Cinta yang diwujudkan dalam doa-doa dan perbaikan diri.
Matahari kepada Bumi pun demikian. Pada jaraknya yang aman, keduanya justru bersinergi. Cinta yang baik adalah cinta yang bisa membuat energi keduanya menjadi berlipat. Cinta yang meniadakan salah satu atau bahkan keduanya, itu bukan cinta. Sekalipun ia bilang katanya berkorban.
Cinta adalah ketika kamu merasa energi dan potensimu naik berlipat ganda ketika bersamanya. Dan cintamu membuat hal yang sama kepadanya, bukan justru meniadakannya. Atau jika kalian ternyata saling meniadakan meskipun kalian saling mencintai, lebih baik tidak perlu bersatu. Karena percayalah, bahwa segala sesuatu itu tidak selalu harus seperti yang kita inginkan dan pikirkan. Sekalipun kita memiliki rencana terbaik, percayalah bahwa rencana Allah jauh lebih baik.
Seperti matahari kepada bumi.

------------------------------
Aku reblog karena menurutku ini bagus. idealis, filosofis.

Selasa, 05 November 2013

Muara Rindu

Deru angin dan bisik hujan
terompet dan klakson bersautan
Gemerlap lampu dan semriwing bau flamboyan
Tiada lepas satu ingatan 
Melekat mengikat
Mengekang arogansi untuk menggeliat
menjejaki langkah, menapaki leliku jalanan
Menjerat segala upaya untuk beralih ingatan. 
Perbedaan antara kau dan aku
Duniamu dan duniaku,
Jalanmu dan jalanku,
bacaanmu dan bacaanku,
Bahasamu dan bahasaku,
Prinsipmu dan prinsipku
Kau tahu, semua itu semu.
Nyatanya hanyalah 'kehidupan baru'
Pembeda jarak dan pembeda waktu
Kau hidup merdeka dengan duniamu
dan aku hidup dalam ruang yang terkungkung rindu. 
Senjaku tanpamu
Senja tanpa serangga
Senja tanpa kunang yang menyala
Senja yang bermuara pada rindu. 
Rindu.
Rindu lampumu.
Jakarta, 5 November 2013
Lihazna, 

Sabtu, 02 November 2013

hard to explain, ambiguitos!

Siapa yang bilang kerja itu enak?
Bawa Sini!

Senin, 21 Oktober 2013

Sketsa Pelangi : Goresan satu

Episode Senja 

Sore itu...
Saat angin bertiup begitu pelan, saat awan teduh menaungi langit, saat padi menguning di sepanjang mata memandang.
Saat dimana angin pelan mampu menggoyangkan daun mangga hingga terlepas dari  tangkai. Jatuh perlahan ke sungai bersama dedaunan lain yang menguning. Daun itu hanyut tanpa tenggelam. Posisinya bagai perahu karet yang dipakai dalam arum jeram. Meliuk melewati batu – batu kali yang menghadang. Mengambang mengikuti air yang mengalir ke hilir. Melewati sela – sela kaki Mba Aisyah. Kakakku yang baru datang dan kini tengah berdiri menghadang air di tengah sungai. Menatapku yang sama sekali tak peduli dengan kedatangannya.
Sore yang indah, asyiknya menonton ikan kecil yang bermain di sela kakiku sampai akhirnya kabur, ngibrit melihat kaki Mba Ais yang kasar mendekat. Ah, Mba Ais, apa sih yang kau kerjakan seharian hingga kakimu sebesar kerbau? Lihat saja ikan itu lari semua melihat kakimu yang menakutkan.
“Nis, dicariin  Mas Ihsan tuh!” ucapnya langsung.
“Nanti ah Mba, masih asik nih...” sautku tak peduli.
“Dicariin tuh, kalo ngga cepet pulang nanti makin marah tu orangnya.
Ku tatap kakak perempuanku satu – satunya itu. Yang paling baik nan rajin. Tangannya penuh terigu, pasti sedang buat adonan pisang goreng. Berarti gawat nih, tidak biasanya Mba Ais meninggalkan si pisang begitu saja. Ya sudahlah menurut saja. Melihat tangannya penuh terigu, perasaanku jadi tak enak.
Kami berjalan beriringan. Menyusuri sawah dan ladang petani. Melewati kebun jagung yang mulai menguning. Menyeberangi kebun rambutan yang belum berbuah. Mulai membayangkan rambutan berwarna merah menggoda menggantung lezat di sela – sela dedaunan. Sepertinya manis dan lezat.
Ah, lagi – lagi si tangan terigu itu mengakhiri kesenanganku lagi, Mba Ais menggandengku, menuntunku agar berjalan lebih cepat, membuyarkan lamunanku tentang si merah manis yang entah kapan bermunculan di kebun itu.

Kamis, 17 Oktober 2013

Satu detik ini milik Allah

"Orang yang paling bodoh adalah orang yang merasa memiliki waktu"
Kemarin, Selasa 15 Oktober 2013 entah pukul berapa saya menyadari satu hal yang mahal dan tak tergantikan. Tempo, satu kata yang oleh Allah sampai dijadikan sumpah oleh-Nya. Demi Masa.

Ceritanya bermula ketika usai sholat Ied saya diundang oleh Kakak saya untuk makan di tempat beliau. Sekitar pukul 10.30, saya baru selesai berbenah dan bersiap berangkat. Ketika itu saya sempatkan mampir ke warung dan menonton penyembelihan hewan kurban di masjid samping kost saya. Oleh karena itu waktu perjalanan saya menjadi tidak tentu.

Entah pukul berapa, saya sudah berdiri di depan kantor. Di trotoar sebelum fly over saya berdiri menunggu angkot 616 jurusan Pasar Minggu - Blok M via pancoran. Karena panas dan terik saya berinisiatif membuka minuman botol yang saya beli di warung, dan saat itulah pertunjukan Kekuasaan Allah dimulai.

Senin, 14 Oktober 2013

Puisi Jarak

Menurut saya diksi, dan polanya menyentuh. Karena itu saya porting di sini...
-------------------

Puisi Jarak

Pada mulanya kita diam, tak saling kenal…
Lalu…….. ada cakap mengalir menjalin cerita..
Kau dan aku hanyalah sisa-sisa perasaan..
Dari percakapan bermula hingga akal lupa dimana kita berada
Setelah sekian lama mengalami ilusi,
Kita mencoba mengerti
Memeluk hati, cukuplah seperlunya…
Bilapun aku harus berhenti mencintaimu dalam detik dan detak,
Biarlah aku pergi…
meninggalkanmu, pelangi dan senja…
Kepak malaikat memetik gitar sebagai pengiring pergiku..
Karena pergi itu pasti..
Anggaplah itu caraku mencintaimu
Lantas… mari kita mengenal rindu.
Kaupun beranjak, begitu pula aku merangkai jejak
Melepaskan hal-hal yang tidak masuk akal,
Seperti selalu ada dan bersama..
Kuntum kesepian yang dulu dipetik,
Kini mulai tumbuh dan dibiarkan merekah
Kitapun mengenal sepi diantara wewangi perkara hati
Meski telah aku tuliskan di kulit hujan,
Kesepian adalah sudut terujung dari nestapa..
Dan biarlah jarak mengajarkan cinta, dengan siapa kita mendapatkan nama..
Saat tak saling sapa karna jarak,
Sampai kini… kau melekat di hatiku tanpa sekat
Aku merindukanmu pada jarak yang tak mudah ditebak
Meski harus tersentak pada waktu yang tak berdetak
Aku mencintaimu diantara jarak yang terselip jejak kita dahulu
Walau terhentak tempat yang tak terungkap..
Semoga………. kau masih sediakan rumah untukku di hatimu…

--------------------------------------------------------
sumber : link

Rabu, 09 Oktober 2013

puzzle of the rainbow

Once upon time, dahulu, ketika tangan ini belum bisa menyentuh kuping tatkala ia melingkari atas kepala, ketika untuk mengepang rambut terasa begitu susah dan jauh tergapai tangan, ketika itu pula, saya memandang dunia sebatas hitam dan putih. 

Hanya itu. Hanya dua warna, baik dan buruk, seperti halnya dunia telekomunikasi, dunia sinyal, khususnya digital. Mudah ditebak, mudah didefinisikan, jika bukan baik ya buruk. Hanya itu.

If that isn't one, that is zero. just it, simple.

Jumat, 04 Oktober 2013

Something in the past, just in the past

Mikhael N Syuauqi di facebook melampirkan sebuah foto yang bagus, isinya berupa tulisan berikut ini : 
Berilah kesempatan seseorang untuk berubah. Karena seseorang yang hampir membunuh Rasululloh pun kini berbaring di sebelah makam beliau. Who? Umar bin Khatab.
Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Seseorang yang pernah berperan melawan agama Allah-pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah. Who? Khalid bin Walid.
Jangan memandang orang dari status dan hartanya. Karena sepatu emas Fir’aun ada di neraka, sedangkan sandal jepit Bilal bin Rabbah terdengar di syurga.
Stop judge someone just because something that they do in the past. Semua dapat berubah. bukankah tidak ada sesuatu yang tidak akan berubah kecuali perubahan itu sendiri? 
Give everyone an opportunity to change, if they want..
Biarkan sebagaimana waktu yang mengalir

Kamis, 03 Oktober 2013

Ganbare ~ berjuanglah

Tidak semua mimpi yang kau gambarkan akan menjadi kenyataan
Kau seharusnya mengerti hal itu
Sekalipun langit akan runtuh, aku masih dapat menerimanya
Tidak apa-apa, aku ingin menjadi orang dewasa yang ramah atas kebohongan
Berjuanglah, berjuanglah dengan jiwa yang membara
Teruslah hidup dalam kenyataan
Berjuanglah, berjuanglah dalam hari-hari yang terbatas ini
Buatlah bunga bermekaran..
Jika ada keinginan yang ingin kau raih, maka jangkaulah dgn penuh  kerinduan
Bahkan kitapun akan meraba-raba untuk meraih hari esok
Aku bisa menemukan makna dari perkataan indah yang berjatuhan

Maafkan aku, sedikit lagi aku akan menjadi dewasa
Berjuanglah, berjuanglah, menang atau kalah
Sebenarnya adalah bukan hal yang penting,kan?
Berjuanglah, berjuanglah, memang benar bahwa kehidupan
Tidak pernah bisa kembali
Suatu saat jika kau menoleh ke belakang
Pada masa muda saat ini
Maka kau pasti akan sangat merindukannya
Berjuanglah, berjuanglah dengan jiwa yang membara
Teruslah hidup dalam kenyataan
Berjuanglah, berjuanglah dalam hari-hari yang terbatas ini
Buatlah bunga bermekaran.. Buatlah bunga bermekaran..

---------------------------------------------------------------------
This is a song for all my friends and myself, who were currently being groped future. 
Berjuanglah !

lagu ini diterjemahkan disini

Selasa, 17 September 2013

Friends Note : Manusia Beringin

Saya tidak pernah menyangka akan mengenal sosok yang seperti beringin. Berdiri kokoh, adem dan teduh. Inilah ilustrasi saya terhadap anda. Anda begitu memukau dengan kepribadian khas anda dalam menjalani kehidupan.

Introvert.
Kata ampuh ini cukup untuk menunjuk siapa diri anda. Anda selalu diam dengan menyimpan masalah anda sendiri dengan rapi. Selalu tersenyum dan menutupnya dalam diam. Diam. Entahlah, entah mengapa saya merasa anda selalu diam. Diam dengan rahasia anda sendiri.

Senin, 16 September 2013

Friends Note : Si Psikolog Agamis

Anda pernah berkata bahwa, " Diri kita istimewa ketika kita menjadi diri kita sendiri, hanya saja kita tidak menyadarinya."
 Mungkin ini yang menjadi landasan anda dalam menempatkan diri, anda maju sebagai pribadi anda yang unik. Membaur kemudian diterima ditengah - tengah komunitas. Meskipun pada awalnya anda lebih banyak diam dan duduk di pojok ruangan tanpa sapaan, namun lama - kelamaan anda mulai menyatu menjadi bagian yang memiliki corak tersendiri bersama kami.

Beberapa kali saya mengenal seseorang yang terkenal rese,songong dan aneh. Saya menyadari bahwa makhluk sejenis ini memang tersebar di permukaan bumi, dan luar biasanya, anda adalah salah satunya.     Kesukaan anda berkomentar sesukanya yang kadang membuat telinga gatal. Menyendiri dan  tidak mainstream.  Meskipun demikian, orang - orang tahu bahwa anda juga humble dan merakyat. 

Friends Note : Si Tukang Nolong

Buat saya anda bukan sekadar teman. Buat saya anda lebih dari sekadar teman semasa sekolah. Seperti hal yang sering saya sampaikan kepada banyak orang yg sepertinya tidak lelah bertanya, bagi saya, anda adalah saudara. Saudara tidak selalu bertemu dalam rahim, bukan? Kita berbeda rahim, berbeda latar belakang,tapi bagi saya anda saudara.

Mungkin, mungkin bagi anda , saya adalah orang lebay yang menyebalkan. Hobinya suka minta tolong, tapi kelewatan. Sikap aneh, tomboy kaga, cewe bukan. Suka marah - marah, galak, keterlaluan kalau kritik.

But, I know You know me better.

Minggu, 15 September 2013

Friends Note : Manusia Sibuk !

Suatu malam dalam suatu acara anda pernah berkata, "ketika pulang berhentilah dahulu sejenak di depan pintu, katakan bismillaahirrohmanirohiim dan buanglah penat dan sesak yang kau terima di luar, masuklah dengan senyum untuk menyambut adik - adik di dalam."

Dan dengan luar biasa, anda melakukannya!

Ara - Step in the past

Ini hanya sebatas cerita tentang Ara di masa lalu, katakanlah ini sebagai surat wasiat yang kami tinggalkan. Barangkali suatu masa ini dibutuhkan dan kami telah tak terjangkau tangan, maka kami tuliskan sebagai saksi apa yang kami ingat akan sebuah masa.

Step singkat tentang pergerakan naskah dalam redaksi.
  1. Pembuatan naskah dilakukan oleh reporter dan kontributor kemudian dikirim ke email redaksi (untuk mempermudah jangkauan akses)
  2. Jika naskah sudah masuk email redaksi, maka akan digodog oleh editor.
  3. Selesai digodok akan diemail langsung ke email/ fb/ kontak apapun yang dimiliki layouter. Pemimpin redaksi hanya memantau dan memastikan jalannya distribusi naskah antar anggota tidak macet. Semua bekerja sebagaimana jobdesk dan dalam koridor deadline yang disepakati.
  4. Penempatan naskah pada badan buletin dilakukan oleh layouter.
  5. Hasil dari layouter akan ditinjau ulang bersama sebelum masuk dapur percetakan
  6. Usai masa percetakan, distrbutor siap mengedarkan buletin ke penjuru kampus.

Kamis, 12 September 2013

Waktu, Blog dan Aku

Tugas akhir kadang memang bisa mendistorsi banyak hal, saya menyadari beberapa waktu ini. Seolah lagu Afgan mulai berdendang dan berdenging memaksa saya untuk setuju. Yap, Tugas Akhir, kau mengalihkan duniaku.

Sepanjang waktu phase pengerjaan, saya sempat vacuum quo dari blog ini.Membiarkannya mati suri, memenuhi blog ini dengan sulur - sulut liar dan ramat - ramat. Membayangkan tampilan blog ini menjadi lusuh dan kotor. Lama tidak menulis juga membuat saya gagap pena, belum lagi teguran Penguji TA yang membuat saya mengkerut agak lama dan berhenti sejenak untuk menulis. Seorang penulis diari (ya begitulah) ditegur karena EYD. Dalemmmm....

Pelipur Rindu

Di tengah  gegap gempita ini terselip kerinduan. Lama jua badan tak bersua menorehkan tanya. Apakah hidupmu baik? Apa mimpimu masih cemerlang seterang bintang?

Namun, hanya sebuah titik yang mampu kuukir menjadi saksi sepi. Pena ini buntu menyusun kata - kata itu untuk kusampaikan. Kamus tak mampu membantu pembendaharaan kataku yang kelu dan malu. Betapa nyaliku ciut. Urung ku tanyakan meski langit pun seolah ingin ku larung.

Senyap. Yang terlintas hanya harap. Semoga kau baik. Semoga mimpimu masih bebas bagai angin musim semi yang segar menginspirasi.  Semoga melodi-Nya masih mengalun di penghujung malam, meski dalam senyap.

Doa - doa kita bagai pelipur rindu. Dibatasi langit saling bertemu. Menyenandungkan doa - doa kebaikan. Sambung menyambung bagai tali, erat menyimpul tanpa menyakiti.

Rindu kita tak perlu sapa, cukup doa yang menawarkannya.


teruntuk sahabat,
Di atap wisma biru,  10 September 2013

Kamis, 22 Agustus 2013

Tanya ( ? )

"Sudah punya momongan?"
Lagi-lagi sebuah pertanyaan mengusik. Saya heran. Bukan lagi pada mereka yang selalu bertanya. Tapi lebih kepada diri saya sendiri. Kenapa saya masih bisa terusik hanya dengan sebuah pertanyaan, padahal saya telah terlatih dengan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, "kapan lulus", atau, "kapan merit" dan pertanyaan lain yang seolah-olah menyatakan bahwa sayalah pemilik Kitab Lauhful Mahfudz.
Ini adalah cuplikan catatan hati seorang ukhti yang saya baca beberapa bulan kemarin. Catatan ukhti tersebut menarik dan membuat saya berfikir lebih lanjut. Bukan mengenai pernikahan atau momongan atau hal - hal sejenisnya melainkan tentang  tanya (?).

Ada apa dengan 'tanya (?)' ?

Pernah ngga sih, teman - teman pena merasakan sesek, risih atau tidak nyaman akan sebuah pertanyaan? 
Pernah ngga sih, teman - teman pena menyadari bahwa sepanjang hidup kita, kita akan diuji oleh banyak pertanyaan oleh orang - orang di sekitar kita? Dan pertanyaannya selalu berganti menyesuaikan momen, usia dan tahapan ujian hidup teman - teman?

Dari refleksi gila saya, saya menyimpulkan bahwa manusia tidak akan pernah lepas dari tanya (?). Percaya tidak percaya. 

Minggu, 18 Agustus 2013

Insafi Diri


Terkadang lebih mudah untuk melupakan apa yang pernah terjadi dibanding menginsafi diri. Berfikir bahwa tidak ada masa itu, atau menghapus sebuah masa atau sebuah kejadian sehingga seolah - olah tidak pernah terjadi.  Sehingga ke depannya hidup dengan lebih tenang, menutup buku atau lebih tepatnya menghanguskan buku  lalu memulai lembar baru tanpa ada memori yang tidak diinginkan.  Lebih mudah.

Melupakan dan berubah lebih mudah dibanding dengan mengakui bahwa pernah melakukan kesalahan, menyadari diri ini kotor dan berubah. Apakah rasa manusia yang tinggi, sehingga 'harga' dari sebuah pengakuan yang mampu menurunkan imaging diri membuatnya lebih mudah melupakan dibanding mengakui bahwa itu 'masa lalu'?

Senin, 29 Juli 2013

Ramadhan, kami pura - pura rindu

Reblog lagi nih. Insya Allah cukup menampar.
Tulisan ini dibuat oleh 
Azhar Nurun Ala, Anggota BEM UI, Sekarang sedang menuntut ilmu di Jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Ramadhan kami  pura - pura rindu

Ramadhan, ternyata selama ini kami cuma pura-pura merindukanmu.
Sejak dua bulan lalu ketika kami panjatkan doa kepada Allah untuk disampaikan kepadamu, kami selalu bilang kami begitu merindukanmu. Ketika itu pula, kami selalu bilang kami tak sabar lagi untuk berjumpa denganmu—takut rasanya, bila ternyata umur ini membuat kami tak punya kesempatan untuk kita saling menyapa, saling mengisi, saling menyemangati. Akhirnya sampai juga hari ini, bahkan sudah separuh Ramadhan kami jalani.

Sabtu, 13 Juli 2013

Tentang Rindu

Bismillahirohmanirohiim
Ya Rasul Allah, Muhammad, mungkin kau tak mengenalku, maka perkenalkan, nama saya Solihatun Khasanah, nama yang bagus bukan? Saya muslim, saya lahir kurang lebih 14 abad setelah engkau menghembuskan nafas terakhir. Orang biasa menyebut dengan zaman akhir. Tapi, saya berharap ini bukanlah benar-benar akhir dari zaman, masih ada harap dalam diri saya, bahwa Islam akan gemilang seperti zamanmu, atau zaman para sahabatmu, suatu hari nanti.
Saya percaya sekalipun zaman ini, semua serba tidak jelas. Ya Rasul Allah, di zaman saat aku lahir, kebenaran serba ambigu. Tidak jelas. Benar salah berupa sama, berwajah sama. Bingung mana yang harus dipilih. Media sang pengabar, mengabarkan kabar yang kabur sesuai kepentingan. Sehingga kami yang tidak begitu berkepentingan merasa bingung mana kabar yang benar dan tidak kabur. Mana kebenaran yang di luar makna kepentingan. Mana kebenaran yang benar-benar ‘benar’ sebagaimana makna ‘benar’ yang sesungguhnya.

Minggu, 07 Juli 2013

Tentang Persahabatan Dan Hujan

Ceritakan kisah masa kecilmu, kisah yang paling kamu ingat sampai hari ini. Kisah yang sangat berkesan dan membuatmu selalu ingin kembali ke masa kecil tersebut.
Seperti apa masa kecilmu kawan?

Masa kecil saya bercerita tentang petualangan di sebuah desa di pedalaman Kabupaten Banyumas. Tepatnya di lereng Gunung Slamet. Orang – orang menyebutnya Desa Di Atas Awan, karena dia ada di atas bukit dengan jalan terjal mengisolasi, namanya Sambirata namun sungguh tak sinkron dengan namanya karena jalannya tidak ada yang rata.

Re-blog Tulisan : Jodoh dan Kualitas

Mungkin agak geli teman - teman membaca catatan macam ini di blog saya. Entahlah, saya juga tidak tahu motif saya apa sampai saya mereblog tulisan ini kemari. Mungkin karena pembaca saya di rumah blog ini lebih banyak ketimbang tumblr, sehingga potensial untuk tersebar, atau mungkin karena saya sudah kelamaan membiarkan blog ini berjamur? Entah.

Hanya ada sedikit harap semoga ini bermanfaat...

Tulisan ini dibuat oleh :
Kurniawan Gunadi
Product Design Student 2009, Faculty of Art and Design
Bandung Institute of Technology

Tulisan : Jodoh dan Kualitas 

Jodoh bukanlah tentang siapa dia, tapi bagaimana aku - nn
sumber gambar: kurniawan gunadi

Kamis, 27 Juni 2013

One Day, Trip to Gunung Kidul episode 1 "Gua Pindul"

Bismillahirohmanirrohiim
Salam pena

Mungkin akan terbesit komentar "Kok yo sempet - sempete". 
Komentar yang bagi saya itu sangat wajar. Karena kami memang tidak lumrah, selalu tidak lumrah. Saat adik kelas dan teman seangkatan sibuk dan pusing UAS semester terakhir masa kuliah, kami malah ng-trip ke Jogja. Sempat dikatakan bolos pula ! Maaf, kami sudah tidak ada kuliah.
Kok ya sempat, teman seangkatan lain sibuk Tugas Akhir kok kita - kita ini malah ng-trip ke Jogja? Hitung - hitung hiburan, charging otak, refreshing, penyegaran dan alasan pembenaran lainnya. Bagi kami yang terpenting dan utama adalah kebersamaan kami karena trip ini adalah Trip TERAKHIR kami ngluyur bersama - sama. Tidak bermaksud nakal, atau tidak prihatin, hanya saja kami merasa kami perlu bersama sebelum kami tidak bersama lagi.

Setelah rapat panjang sepanjang 3 bulan, ditentukanlah tanggal 25 Juni 2013 kami meluncur ke Jogja. Sasaran utama kami GOA PINDUL, yang digadang - gadang mampu merekatkan kebersamaan kami yang terlunturkan akibat magang kerja dan tugas akhir yang membuat kami terpencar - pencar. 
Dan ini adalah catatan perjalanannya.....

Sabtu, 22 Juni 2013

Cintamu, Percayamu

Jika kau tahu seberapa banyak doa yang kami lantunkan untukmu, apakah itu akan membuatmu percaya kepada kami? 
Sebegitu sulitnya kami merengkuh hatimu...

Jika kau mampu mengetahui seberapa banyak persentasi tangis dan pikiran kami tersita untukmu apakah itu akan membuatmu mencintai kami? Tidak, bukan kami, tapi mencintai apa yang kami cintai?
Sebegitu sukarnya kami memahamkan padamu tentang cintai yang kami gondol kemana - mana, kami tawarkan dengan murahnya, tidakkah kau berfikir mengapa kami serela ini?

Selasa, 18 Juni 2013

Mengapa Dakwah Kita Sulit Diterima?

Sabtu, 15 Juni 2013

Bermimpilah, bermimpilah

Bismillahirohmanirohim

Salam pena sahabat.
Setelah sekian lama membiarkan blog ini penuh ramat akhirnya saya kembali untuk menyampah di sini. Menyampaikan apa yang terbesit walau kadang orang bilang, yaaahhhh curhaaattt.. -_-

Jika sahabat bertanya kemanakah saya hingga hilang jejaknya tanpa sapa? Promo nih, akhir - akhir ini saya nongkrong di catatan lihazna. Rumah kata saya yang lain. Bukan menghilang, hanya merasa saya semakin tua, semakin ringkih dan tak mampu berjaga di atas jam 9 malam. Sedangkan rumah yang lain bisa diakses dengan lebih mudah, dimana saja (memanfaatkan HP),  tak perlu panjang kata dan sedikit ekslusif, karena tidak biasa. Sehingga petuah sampah yang kata orang curhat itu tetap terjamah dan tetap terjaga untuk tidak menguap begitu saja dari otak.

Baik, sampah apa yang ingin saya sampahkan di sini?
Saya hanya ingin mengulang nasib, dengan menulis. Mengulang hingar bingar dahsyatnya bermimpi tanpa batas. Menikmati gegap gempita bercita-cita tinggi dan menjadi pemimpi ulung. Mengulang masa indah di riuhnya perjalanan mewujudkannya dalam wujud yang nyata.

Kamis, 23 Mei 2013

Mampukah aku bertahan di sini?


Semarang, 2 Juni 2011 - Bulan ini, Hari ini, detik ini, aku baru sadar. Baru bangun dari tidur, baru membuka mata bahwa saat ini aku terjebak di tengah arus sungai yang deras. Seperti Sungai Serayu yang menembus kota Banyumas. Luarnya terlihat tenang mengalir namun jika kau mau menyelam lebih dalam, lihat betapa arus bawahnya bergitu deras.
Air yang mengalir di sungai ini terbentur bebatuan yang menjulang di tengah sungai. buih - buih menyembur melepaskan wujudnya. Batu-batuan tak hanya satu dua yang mampu kau hitung. Batunya ada banyak dan bermunculan dimana - mana,berjejalan memenuhi alur sungai.
Kemudian ada air terjun di ujung sungai. Air itu dijatuhkan begitu saja. terjun bebas menghantam batu dan air yang di bawahnya.

Aku ANOSMIA, Cukup untuk menjelaskan


Back up from ANOSMIA, Satu Kata Untuk Menjawab

-ANOSMIA-
Apa itu???
Awalnya aku pun sama. Menanyakan hal yang sama. Sebenarnya apa itu anosmia? Bahkan mendengar pun aku tak pernah, hingga suatu kesempatan aku menemukannya dalam direktori google.

Apa itu Anosmia?
Hasil yang ku temui adalah seperti ini
Sekitar 1 dari 5 orang mengalami gangguan dengan indra penciumannya. Namun hanya 1 dari 5.000 – 10.000 orang saja yang dilahirkan tanpa memiliki indera penciuman sama sekali. Para peneliti dari University of Dresden menemukan bahwa orang yang terlahir tanpa memiliki indera penciuman lebih berisiko mengalami depresi. Kemampuan untuk mengendus bau sangat bermanfaat. Bau dapat memberitahukan adanya kebocoran gas, juga untuk mengetahui bahwa susu atau daging sudah mulai basi, bisa juga untuk mengenali bau makanan kesukaan.

Selain itu ada pula dari website lain sebagai berikut :

Things to remember

  • Anosmia means loss of the sense of smell, while hyposmia means reduced smell sensitivity.
  • The olfactory neurons are able to recover or regenerate after injury.
  • Smell sensitivity decreases with advancing age.
Lalu untuk apa aku menayangkannya? Simple saja karena aku ingin menjawab pertanyaan orang – orang terhadap ku. Begini ceritanya :

Bahaya Syirik


Catatan Kawan Edisi 27 Maret 2012
Tema  : Bahaya Syirik
Resume From  : TSK (Team Sukses Kajian)


Yang dimaksud dengan syirik perbuatan ialah Kegiatan menyamakan Alloh dengan makhluknya. Sedangkan syirik ibadah ialah kegiatan dimana mengagung 0 agungkan selain Alloh seolah – olah sama kedudukannya dengan Alloh.
Bentuk syirik ada 7 macam yaitu sebagai berikut :
1. Menyembah Patung
2. Menyembah Matahari
3. Menyembah Jin/Malaikat
4. Menyembah Nabi
5. Menyembah Rahib/Kyai
6. Menyembah Toghut (Secara Bahasa berarti : Melampaui batas)
7. Menyembah Hawa Nafsu 

Mentadaburi Al Qur’an surat Al Qasas ayat 77



LIQO-23 Maret 2012


“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Alloh kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Alloh tidak akan menyukai orang yang berbuat kerusakan,”

Dari ayat terebut di ketahui 4 seruan yaitu sebagai berikut :

Selasa, 14 Mei 2013

Nasihat Kopi


Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apapun kopi yang kita buat, kopi tetaplah kopi, punya sisi yang tidak mungkin kamu sembunyikan - Dee - Filosopi kopi
Saya tertegun cukup lama ketika lagi-lagi ada yang membandingkan dan meng-compare satu individu dengan individu lain. Geli saja.  Bukankah setiap orang dilahirkan dengan sejuta keunikan yang menjadi ciri khas bagi satu diantaranya?

Contohnya saya, jika dibandingkan dengan para akhwat tentulah saya paling nyleneh. Paling slengean tanpa aturan. Paling tidak anggun, paling nakal, dan paling kontroversial, mungkin. Namun jika saya dibandingkan dengan nona - nona yang hobi ngluyur malam - malam atau minimalnya orang hobi dolan siang-siang, saya jauh dari mereka. (saya kan suka keder, bagaimana mungkin bisa ngluyur... -_- )

Jika saya dibandingkan mba - mba supel yang baik hati rajin menabung tidak sombong, juga sulit untuk bisa sekufu alias selevel, saya yang kaku dan mereka yang renyah tentu tak bisa dibandingkan.

Hei, everypeople has an uniq personality guys,

Saya yang sering showpub (show on public) dan mereka yang diam, dan lebih senang menyimak juga tak bisa diberi penilaian seenak menguleg sambel. Saya diminta menyimak tak peduli itu lurus atau bengkok jelas tidak bisa tahan diri. Mereka pun dipaksa always showpub juga pasti tidak akan mau dengan sejuta alasan menyurut minta undur diri ke belakang. Tapi kita bisa saling melengkapi.

Satu dan lain bisa menjadi pelengkap dan kontroling diri. Ketika mereka tak kuasa berbicara dan menyuarakan hati dan keinginan mereka kita bisa saling bergantung. Ketika saya terlalu banyak bicara dan kritis tidak peduli kondisi, mereka bisa mengikat sayap saya agar tidak terbang terlalu jauh dan kuat menahan diri.

Ini hanya sebatas contoh kecil. Kita itu unik kawan, biarlah seseorang menjadi diri mereka tanpa dipaksa menjadi apa semau kita. Keunikan ini yang mempertemukan satu dengan yang lain untuk saling melengkapi, saling memahami, saling menasihati dalam kepedulian.

Senin, 06 Mei 2013

Ada apa dengan cintaku?

Kamu tanpa aku tak akan menjadi masalah.
Namun aku tanpamu, akan jadi apa aku tanpamu?

Ada apa dengan cintaku?

***

Minggu, 28 April 2013

Untuk Para Pejuang


“Barangsiapa mendidik  seorang lelaki, maka dia telah mendidik seorang manusia. Barangsiapa mendidik seorang perempuan, maka ia telah mendidik masyarakat (banyak manusia)"
Perempuan adalah salah satu pilar utama sebuah peradaban, penentu kehidupan setiap generasi, dan pencipta kemegahan lembaran tulus keabadian. Belaiannya adalah sebuah kerinduan, alunan suaranya adalah kasih dan saying. Dekapannya adalah ketulusan, kehangatan dan kejujuran, serta senyumannya memberikan harapan. Dia adalah matahari dalam kehidupan, rembulan yang menerangi malam dan bintang emas yang lebih indah dari kejora.

Perempuan yang mulia adalah perempuan yang menjadikan kehidupannya sebagai fie sabilillah, yang cintanya kepada Allah SWT melebihi cintanya kepada apa dan siapapun. 

Rabu, 24 April 2013

Tentang Cinta


Semua bilang cinta begitu lepas begitu mudah
Cinta itu fitrah, itulah katanya
Eh katanya, cinta butuh tumbal pengorbanan
Eh katanya, demi cinta apa saja dilakukan
[Nasyid Semua bilang cinta - Faza] 
Ketika cinta ada, apapun akan dilakukan atas nama cinta
Berubah jadi baik dimatanya, menyukai yang dia sukai, membendi apa yang dia benci. Memberi harap dan kepercayaan. Memberi prasangka dan senantiasa menjaga hubungan, komunikasi.

Jumat, 19 April 2013

Standar keren gue?? Mau tahu?


Standar keren mu itu seperti apa sih ??? 
***

 “Kak Dani, aktivis. Keren buanget tuh kalo orasi, cakep lagi? How?” celetuk salah seorang dari mereka
“Ngga ah biasa aja.”
“Kalo temen sekelas kamu tuh yang ketua apaa gitu… dia g pernah marah kan ya? Anak buahnya kacau semua, dia masih bisa senyum.”
“Hemmm?? Biasa aja tuh.”
“Prodi sebelah yang cool yang suka acara sosial?”
“Biasa aja.”
“Hiiiihh, standar kerenmu itu seperti apa Bunga? Heran deh  setiap yang keren kamu katakan biasa saja, kamu g akan nemu yang sempurna!! Kalau terus nyari yang sempurna kamu malah ujung-ujungnya ketemu yang ngga sempurna!"

Rabu, 17 April 2013

Itik di kumpulan angsa

Sejurus sesaat sebelum kembali ke hiruk pikuk kampus, saat masih duduk di mesin kaki seribu yang mengular di sepanjang jalur pantura. Ada sebuah keraguan yang menggelayut. Ada kecemasan yang membayang. Ndaan aku masih bisa diterima?

Merasa kamu terlahir sebagai itik di tengah pergelatan dunia yang di penuhi angsa - angsa mungil, menarik yang disayangi oleh Sang Pemilik. Bukan. sekali lagi bukan ttg kecantikan lahiriah. Bukan. Angsa yang cantik karena elok hatinya. Aku to isin ik, serasa elek tenan. 

Merasa apa mungkin diterima kembali sedang kau tahu itik? Mereka selalu kotor, badannya, bulunya, makanan yang sasar sosor di sawah. Sedangkan angsa, bulunya putih bersih, makanan dengan anggun di samping danau. Permainannya etis, bukan lumpur. Ndaan aku masih bisa kembali?