Minggu, 17 Februari 2013

Antara Tua dan Dewasa. Apa bedanya?

Selamat malam Jakarta.
Aku protes, karena langitmu selalu pelit untuk menampakan bintang.
Sahabat pena, selamat menikmati semilir angin malam. 

Usia. Satu kata banyak rupa. Satu kata menimbulkan banyak rasa.
Terpikir dalam benak saya mengenai 'usia'. Mengapa bertanya "Umurmu berapa?" itu dikatakan tidak sopan? Kemudian mengapa orang senang sekali ketika dia merasa dirinya paling muda? Bukankah, tua - muda seseorang adalah fakta, yang sejatinya mau kita muda atau tua adalah kenisbian yang tidak bisa dibanggakan?

Alkisah, saya memiliki seorang teman, yang entah mengapa selalu bangga dia sebagai sosok termuda dalam gerombolannya. Mengurutkan bulan lahir dan bersikap seolah di dunia hanya ada anggota gerombolannya dan dia yang termuda sehingga dia yang wajib dimanjakan. Selalu kesal setiap dianggap tua. Apakah begitu menyenangkannya menjadi yang termuda?

Alkisah lain, diri saya sendiri. Sebagai manusia yang terlahir sebagai anak bungsu yang notabene selalu menjadi yang terutama karena kakaknya sudah beranjak dewasa semua, seolah anak tunggal harapan bangsa, badan mungil sehingga selalu dibungsukan dimana - mana. Kemudian lahirlah sebuah isu, bahwa aku lahir lebih dahulu dibanding sesama ku. Okelah aku lahir sekian bulan lebih dulu. So what? Mengubah nasib saya yang memiliki badan imut ? Tidak bukan... Saya tetaplah si imut sekalipun saya tua dan itu anugerah Alloh Yang Maha Pemurah. Ada masalah?

Alkisah lagi, ada seorang sosok yang usianya masih belia, namun menanggung begitu banyak kesupperan dalam hidupnya, sehingga menjadi dewasa lebih dulu dari sebayanya. Dia dengan bangga, mengatakan bahwa dewasa adalah pilihan. Choice. 

Alkisah lagi dan lagi, ada seseorang di dunia ini yang sangat senang ulang tahun, tapi takut mati. Bukankah ulang tahun itu perulangan tanggal lahir di setiap tahun? selain itu juga sebagai tanda pemotongan jatah usia kan? Mengapa begitu senang ulang tahun tapi takut mati?

---

Sesungguhnya, dewasa itu apa sih sobat?
Apa tolok ukur dari kedewasaan? 
Dan lain yang menarik adalah "Apakah begitu menyenangkan sebagai yang termuda? Childish dan kekanak-kanakan?"

Dengan nalar saya yang seadanya, saya mencoba membuat sebuah pengertian bodoh tentang dewasa dan tua. Sekat tipis yang saya banggakan sebagai pendapat saya.

Tua menurut saya adalah kepastian atau kemutlakan hidup seseorang. Semua orang pasti merasakan yang namanya TUA. Sekalipun wajahnya awet muda alias awet imut seperti saya! Tetap saja, saya itu pasti mengalami tua. Begitu juga dengan anda.

Dewasa. Bagaimana dengan dewasa?
Dia bisa hadir saat seseorang semakin bertambah sisi kebijaksanaannya dan itu biasanya seiring bertambahnya usia . Semakin tua, semakin banyak bumbu yang dikonsumsi, asam garam kehidupan, sehingga semakin bijaklah sikapnya, sehingga dewasa pula pemikirannya. Matang dan bisa mengkondisikan diri.

Tapi dia bisa hadir saat usia masih belia, karena tempaan hidup, cobaan yang menerpa dan kemampuan olah emosi yang membuat seseorang bsia berfikir panjang sebelum bertindak. Selayaknya orang yang sudah berusia.

Jika sisi pertama tidak ada, belum tentu sisi kedua ada. Karena dewasa adalah proses. Jika tua adalah alamiah dan mutlak, maka dewasa itu ditentukan oleh proses dan bagaimana kita menyikapi konflik dan proses tersebut. Serba relatif. Tidak ditentukan usia.

Dewasa adalah kepedulian. Karena kepanjangan akal dalam memutuskan sikap, dia pun tidak sembarang langkah dalam berjalan. Sehingga seorang yang dewasa bukanlah orang yang cuek. yang antipati. Yang egois dan memenangkan diri sendiri.

Dan satu hal yang pasti : "Dewasa itu sulit."
Sesulit memaknainya, dan sesulit mewujudkannya. Sesulit menentukan tolok ukur seseorang dikatakan dewasa. Bukankah proses itu ada standar minimal kesuksesan? Yah, katakanlah standar mutu pada makanan jika analoginya dewasa adalah proses memasak. Kapan kita dimaknai dewasa atau masih anak - anak. Sulit. 

Paling tidak bagiku. Dewasa itu mblibet. Ribet dan rumit. Tidak mudah menjadi dewasa, membutuhkan proses yang panjang. Namun semakin bertambah usiamu maka tuntutan menjadi dewasa semakin banyak dan itu wajar sekali. Maka kata choice kembali menentukan. Proses. Dewasa itu proses memenangkan kebijaksanaan hidup. Dewasa adalah pilihan untuk memenangkan sebuah tantangan.

Jadi sebaiknya kita bangga kita muda atau kita bangga kita dewasa?
Itulah pertanyaan saya yang sesungguhnya ! 


If u say, i am an old women.
Whatever ?! I don't care.
Lihazna.  

17 Februari 2013. 
Menikmati senja hujan kota jakarta

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung...
Tinggalkan komentar ya.. ^-^