Minggu, 28 April 2013

Untuk Para Pejuang


“Barangsiapa mendidik  seorang lelaki, maka dia telah mendidik seorang manusia. Barangsiapa mendidik seorang perempuan, maka ia telah mendidik masyarakat (banyak manusia)"
Perempuan adalah salah satu pilar utama sebuah peradaban, penentu kehidupan setiap generasi, dan pencipta kemegahan lembaran tulus keabadian. Belaiannya adalah sebuah kerinduan, alunan suaranya adalah kasih dan saying. Dekapannya adalah ketulusan, kehangatan dan kejujuran, serta senyumannya memberikan harapan. Dia adalah matahari dalam kehidupan, rembulan yang menerangi malam dan bintang emas yang lebih indah dari kejora.

Perempuan yang mulia adalah perempuan yang menjadikan kehidupannya sebagai fie sabilillah, yang cintanya kepada Allah SWT melebihi cintanya kepada apa dan siapapun. 

Rabu, 24 April 2013

Tentang Cinta


Semua bilang cinta begitu lepas begitu mudah
Cinta itu fitrah, itulah katanya
Eh katanya, cinta butuh tumbal pengorbanan
Eh katanya, demi cinta apa saja dilakukan
[Nasyid Semua bilang cinta - Faza] 
Ketika cinta ada, apapun akan dilakukan atas nama cinta
Berubah jadi baik dimatanya, menyukai yang dia sukai, membendi apa yang dia benci. Memberi harap dan kepercayaan. Memberi prasangka dan senantiasa menjaga hubungan, komunikasi.

Jumat, 19 April 2013

Standar keren gue?? Mau tahu?


Standar keren mu itu seperti apa sih ??? 
***

 “Kak Dani, aktivis. Keren buanget tuh kalo orasi, cakep lagi? How?” celetuk salah seorang dari mereka
“Ngga ah biasa aja.”
“Kalo temen sekelas kamu tuh yang ketua apaa gitu… dia g pernah marah kan ya? Anak buahnya kacau semua, dia masih bisa senyum.”
“Hemmm?? Biasa aja tuh.”
“Prodi sebelah yang cool yang suka acara sosial?”
“Biasa aja.”
“Hiiiihh, standar kerenmu itu seperti apa Bunga? Heran deh  setiap yang keren kamu katakan biasa saja, kamu g akan nemu yang sempurna!! Kalau terus nyari yang sempurna kamu malah ujung-ujungnya ketemu yang ngga sempurna!"

Rabu, 17 April 2013

Itik di kumpulan angsa

Sejurus sesaat sebelum kembali ke hiruk pikuk kampus, saat masih duduk di mesin kaki seribu yang mengular di sepanjang jalur pantura. Ada sebuah keraguan yang menggelayut. Ada kecemasan yang membayang. Ndaan aku masih bisa diterima?

Merasa kamu terlahir sebagai itik di tengah pergelatan dunia yang di penuhi angsa - angsa mungil, menarik yang disayangi oleh Sang Pemilik. Bukan. sekali lagi bukan ttg kecantikan lahiriah. Bukan. Angsa yang cantik karena elok hatinya. Aku to isin ik, serasa elek tenan. 

Merasa apa mungkin diterima kembali sedang kau tahu itik? Mereka selalu kotor, badannya, bulunya, makanan yang sasar sosor di sawah. Sedangkan angsa, bulunya putih bersih, makanan dengan anggun di samping danau. Permainannya etis, bukan lumpur. Ndaan aku masih bisa kembali?

Sabtu, 13 April 2013

Perempuan yang ISTIMEWA

Tanpa mengesampingkan peran laki - laki, perempuan memang diciptakan istimewa oleh Allah. Sejarah bercerita bahwa ketika akan menciptakan perempuan, Allah mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga,kelangsingan dari buluh galak, sina dari mentar, tetes embun dan tiupan angin. 

Allah juga mengambil rasa takut dari kelinci, dan rasa sombong dari burung merak, kelembutan dari dada burung dan kekerasan intan, rasa manis dari madu, panas dari api dan dingin dari salju. keaktifan berbicara dari butung kutilang dan nyanyian burung dari burung bulbul,kepalsuan dari burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.


Senin, 08 April 2013

Ishbir, Ishbir :')

tangismu menggelak, menggelegar dalam diam nan senyap. badanmu rontok, serasa mengelupas tiap engsel tulangmu karena lelah. Skripsimu, tugas akhirmu, ulanganmu, ujianmu, praktikummu terenggut waktu istimewanya. Yang lain maju sekian bab, kau masih jalan di tempat.

sekalipun kau diam. Sekalipun masing - masing dari kalian lebih memilih bungkam
tersenyum dan berkata fine, "aku sehat." Bersikeras bersikap kuat, memaksa berkontribusi sekuat badan mampu berdiri. Namun aku tahu hak badanmu yang merengek meminta jatah yang kadang tak sengaja kau abaikan. 

Doa ekspresi rindu kita


Diawal kita bersua,
mencoba untuk saling memahami.
Keping-keping di hati 
terajut dengan indah,
rasakan persaudaraan kita.

Dan masa-pun silih berganti,
ukhuwah dan amanah tertunaikan.
Berpeluh suka dan duka,
kita jalani semua 
semata-mata harapkan ridho-Nya.

Sahabat, tibalah masanya,
bersua pasti ada berpisah.
Bila nanti kita jauh berpisah,

jadikan rabithoh pengikatnya,
jadikan do'a ekspiresi rindu.
Semoga kita bersua di surga.


~Senandung Ukhuwah-Sigma~

Presented for
'10 to One
Denting embun yang bergema

Jumat, 05 April 2013

Taujih Sang Murrabi


Taujih Sang Murrabi
dari Almarhum Ust. Rahmat Abdullah


Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.


Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu.
Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa 
pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang 
sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah  
bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih tragis.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. 
Hingga hasrat untuk mengeluh tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar.
Tapi saking seringnya "ditinggalkan" , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan 
pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya 
besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru 
jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, "ya Allah, berilah dia petunjuk, sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang"

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta 

Mengajak kita untuk terus berlari.

"Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu."



note : 
Aku ingin seperti kawan seperjuanganku Rabb
yang sakit, pusing, lelah, ambruk dan menangis 
untuk memperjuangkan agama-Mu, 
bukan untuk 
hal yang remeh - temeh, 
bukan untuk masalah ku sendiri
tapi untuk-Mu

Rabu, 03 April 2013

tentang saya, bukan siapa - siapa.


Bismillahirohmanirohiim
Teruntuk sahabat pena nun jauh di bentangan dunia manapun…
“Sesungguhnya Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya”

Selamat malam, waktu Indonesia semarang, ^_^
Tengah malam ini saya ingin berbagi catatan pribadi saya. Semoga menjadi berkah bagi siapapun yang membaca, dan semoga juga memacu saya secara pribadi.

Saya merasa saya hidup.
Sungguh,saya merasa saya hidup beberapa hari ini. Bukan lebay, alay atau sok keren. Tapi sungguh, with sincerely saya merasa saya hidup. Bukan karena terobsesi film, bukan karena terobsesi untuk disangkakan mirip dengan kisah di novel.
Tapi sungguh ini real . This is real, this is me. I feel so alive.