Kamis, 22 Agustus 2013

Tanya ( ? )

"Sudah punya momongan?"
Lagi-lagi sebuah pertanyaan mengusik. Saya heran. Bukan lagi pada mereka yang selalu bertanya. Tapi lebih kepada diri saya sendiri. Kenapa saya masih bisa terusik hanya dengan sebuah pertanyaan, padahal saya telah terlatih dengan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, "kapan lulus", atau, "kapan merit" dan pertanyaan lain yang seolah-olah menyatakan bahwa sayalah pemilik Kitab Lauhful Mahfudz.
Ini adalah cuplikan catatan hati seorang ukhti yang saya baca beberapa bulan kemarin. Catatan ukhti tersebut menarik dan membuat saya berfikir lebih lanjut. Bukan mengenai pernikahan atau momongan atau hal - hal sejenisnya melainkan tentang  tanya (?).

Ada apa dengan 'tanya (?)' ?

Pernah ngga sih, teman - teman pena merasakan sesek, risih atau tidak nyaman akan sebuah pertanyaan? 
Pernah ngga sih, teman - teman pena menyadari bahwa sepanjang hidup kita, kita akan diuji oleh banyak pertanyaan oleh orang - orang di sekitar kita? Dan pertanyaannya selalu berganti menyesuaikan momen, usia dan tahapan ujian hidup teman - teman?

Dari refleksi gila saya, saya menyimpulkan bahwa manusia tidak akan pernah lepas dari tanya (?). Percaya tidak percaya. 

Minggu, 18 Agustus 2013

Insafi Diri


Terkadang lebih mudah untuk melupakan apa yang pernah terjadi dibanding menginsafi diri. Berfikir bahwa tidak ada masa itu, atau menghapus sebuah masa atau sebuah kejadian sehingga seolah - olah tidak pernah terjadi.  Sehingga ke depannya hidup dengan lebih tenang, menutup buku atau lebih tepatnya menghanguskan buku  lalu memulai lembar baru tanpa ada memori yang tidak diinginkan.  Lebih mudah.

Melupakan dan berubah lebih mudah dibanding dengan mengakui bahwa pernah melakukan kesalahan, menyadari diri ini kotor dan berubah. Apakah rasa manusia yang tinggi, sehingga 'harga' dari sebuah pengakuan yang mampu menurunkan imaging diri membuatnya lebih mudah melupakan dibanding mengakui bahwa itu 'masa lalu'?